KESATUAN BHAYANGKARA

cropped-FBI_5net.jpg

KESATUAN BHAYANGKARA

oleh Renny Masmada

aku_n26

Selain Angkatan Bersenjata yang saat itu dipegang oleh dua kekuatan Tentara di darat dan di laut, Majapahit memiliki kekuatan bersenjata yang fungsinya berbeda dengan kedua angkatan di atas, yaitu Kesatuan Bhayangkara.

(Begini keindahan lapang watangan luas bagaikan tak berbatas. Menteri, bangsawan, pembantu raja di Jawa, di deret paling muka. Bhayangkari tingkat tinggi berjejal menyusul di deret yang kedua……Nagarakretagama 9.2)

(Sira Gajah Mada ambekel ing bhayangkara…./Gajah Mada yang menjadi kepala pasukan bhayangkara …Pararaton 26)

Kesatuan Bhayangkara sudah ada sejak zaman Singasari, sebelum Wisnuwardhana memerintah (1248-1268 Masehi). Dalam Nagarakretagama pupuh IX pada 1 dijelaskan, bahwa sehubungan dengan mangkatnya Tohjaya di Katang Lambang pada tahun 1248 di daerah Pasuruan, maka di antara barisan pengawal yang berkewajiban menjaga keamanan kraton adalah Kesatuan Bhayangkara.

Di tangan Gajah Mada, Kesatuan Bhayangkara menjadi kekuatan sipil yang sangat berpengaruh pada zamannya. Sehingga keselamatan para raja dan keluarganya berada mutlak di bawah kewenangan dan tanggungjawab Kesatuan Bhayangkara.

gmNET3335

Sumpah Amukti Palapa yang diucapkan Gajah Mada di paseban agung Majapahit memuat gagasan yang sangat besar terhadap penyatuan seluruh Nusantara di perairan Dwipantara.

Kesatuan Bhayangkara, sebagai kekuatan sipil telah memberikan kepercayaan yang sangat kuat di hati masyarakat, sebagai pengayom dan pelindung rakyat.

Bhayangkara pada zaman Majapahit menduduki posisi strategis yang sangat penting bagi perkembangan Negara di kemudian hari. Bersama-sama dengan kekuatan militer lainnya Bhayangkara terbukti mampu menjaga seluruh perairan Nusantara Raya.

Kesatuan Bhayangkara yang bertugas di pusat kerajaan Majapahit dinamakan Adhika-Bhayangkari sedang yang bertugas di daerah, di kerajaan bawahan dan Mancanegara dinamakan Lelana-Bhayangkari.

Kegagalan Kertanagara mempertahankan istana Singasari atas serbuan Jayakatwang dari Gelang-Gelang lebih karena kegagalan Kertanagara menerapkan keamanan dan pertahanan dalam negeri yang seharusnya berada mutlak di bawah tanggungjawab kesatuan Bhayangkara.

Penyerangan ke Malayu secara besar-besaran dengan mengirimkan hampir seluruh kekuatan militer Singasari (termasuk kesatuan Bhayangkara) pada tahun antara 1284-1286 memberikan catatan kelam kehancuran Singasari.

Kekosongan kekuatan keamanan di dalam negeri telah memberikan peluang pada Jayakatwang untuk menusuk Singasari langsung ke jantung pemerintahan tanpa perlawanan berarti. Kekuatan militer Singasari yang saat itu disegani dan sedang berada di luar negeri terbukti tak mampu menyelamatkan istana.

Keadaan kacau balau, kekuatan militer di luar negeri mulai berantakan bercerai-berai tanpa kendali. Sebagian lainnya bahkan tak mampu melawan perintah Jayakatwang yang telah menguasai secara mutlak Singasari. Sebagian lainnya yang masih setia pada Kertanagara tidak kembali ke Singasari, melakukan perjalanan tak menentu di sepanjang perairan Nusantara, sampai hilang tak diketahui beritanya.

Puluhan tahun kemudian, ketika Majapahit mulai muncul di peta geopolitik Nusantara Raya ini, Gajah Mada mulai melakukan perencanaan strategis yang sangat brilian  pada sektor keamanan dan pertahanan dalam dan luar negeri.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Diskusi ttg ketokohan Gajah Mada bersama Kapusjarah Polri, Brigjen Pol Drs. A.A. Mapparessa, MM., M.Si., Mabes Polri, Februari 2011

Setelah peristiwa Badander, ketika Gajah Mada dengan belasan anggota Bhayangkara berhasil menyelamatkan Baginda Prabhu Jayanagara, Gajah Mada secara signifikan melakukan perbaikan dan pengembangan konsepsi keamanan dalam negeri dengan memberikan porsi yang sangat besar pada kesatuan Bhayangkara.

Sumpah Amukti Palapa yang diucapkan Gajah Mada di paseban agung Majapahit memuat gagasan yang sangat besar terhadap penyatuan seluruh Nusantara di perairan Dwipantara.

Dengan menjunjung tinggi Kitab Perundangan Kutaramanawa Dharmasastra, Majapahit terbukti mampu menegakkan perangkat sistem hukum di seluruh wilayah Negara besar ini.

Para penegak hukum tanpa pandang bulu memberikan concern yang sangat besar terhadap penegakkan hukum di setiap jengkal wilayah hukum Majapahit.

Dan, Bhayangkara adalah salah satunya.

Salam Nusantara..!

RM_TandaTanganEmail

One thought on “KESATUAN BHAYANGKARA

  1. mantab pemparan nya ,saya jadi makin dalam pengertian sejarah nya…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>