PISAU TAJAM INTELEKTUALITAS

FBI_5net

PISAU TAJAM INTELEKTUALITAS

masmada

Hukum dan aturan-aturan yang diciptakan oleh kecerdasan manusia justru memberikan output murahan yang mempunyai kualitas rendah, kualitas kebinatangan.

oleh Renny Masmada

Kecerdasan begitu penting ketika kita sadar bahwa peradaban menjadi target utama keberlangsungan kehidupan di planet bumi ini.

Namun, kecenderungan penghambaan pada intelektualitas sebagai salah satu kata kunci peningkatan peradaban tanpa diimbangi dengan kecerdasan moral, justru akan menjadi pemicu kerusakan system di planet bumi ini, yang cepat atau lambat memusnahkan karakteristik manusia yang dijanjikan Tuhan sebagai pemimpin di atas planet ini.

Kecerdasan intelektualitas yang tidak dimaknai dengan arief akan menenggelamkan ras manusia yang tertakdir memiliki kelebihan yang sangat banyak dari ras hewan. Kecerdasan yang mampu menciptakan kekuatan holyspirit dan semangat membudayakan perilaku manusia menjadi barang yang direbutkan oleh masing-masing kelompok manusia itu sendiri.

Pada akhirnya, kecerdasan hanya dijadikan alat untuk memuaskan hawa nafsu kebinatangan yang sebenarnya berada di bawah intelektualitas manusia.

Hukum dan aturan-aturan yang diciptakan oleh kecerdasan manusia justru memberikan output murahan yang mempunyai kualitas rendah, kualitas kebinatangan. Hidup tidak lagi menjadi lebih manusiawi tapi justru menciptakan hukum-hukum baru yang berpihak pada emosi kebinatangan yang sangat tidak perduli pada peningkatan kualitas manusia.

Fenomena kerakusan atas kekuasaan, kekayaan materi dan pengagungan derajat murahan yang dibanggakan dan diperjuangkan mati-matian merupakan indikasi betapa intelektualitas manusia mengalami kemunduran yang mengerikan. Bumi ini sebentar lagi akan memasuki era peradaban modern yang cerdas, tapi tak bermoral. Kecerdasan akan kehilangan makna. Kecerdasan tak lagi menjadi barang berharga yang seharusnya dijaga oleh ras manusia yang diberikan warisan oleh Sang Khalik.

Akhirnya, bumi ini akan dihancurkan oleh ras manusia yang semakin cerdas tapi tak manusiawi, hak azasi manusia hanya akan menjadi propaganda penguasa dan golongan-golongan tertentu sebagai retorika memenuhi segudang argumentasi politik, kebuadayaan, sosial dan bahkan religious yang kehilangan bentuk.

Pisau tajam intelektualitas akan jadi pisau bermata dua, menganalisa kecerdasan luhur atau menganalisa kecerdasan semu yang hanya memuaskan bapak Iblis dengan senyumnya yang menggairahkan.

Atau, barangkali apa memang itu sudah takdir Tuhan, bahwa neraka dan sorga adalah titik kulminasi akhir dari pembuktian bahwa kecerdasan bisa jadi cerdas atau malah mengajarkan kebodohan?

Salam Bhayangkara..!

230363B68ACE43C84E83CC9E12C45F18

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>