Persatuan Nusantara Sebagai Kekuatan Filosofi Majapahit

 patakaFBI_new_net

wl_

Persatuan Nusantara
Sebagai Kekuatan Filosofi Majapahit

Oleh Renny Masmada

aku34

Menurut Mohammad Yamin (berdasarkan uraian Nagarakretagama pupuh XIII-XIV) Majapahit terbagi dalam daerah yang delapan

Mau disadari atau tidak, kita ‘harus’ mengakui eksistensi Gajah Mada yang telah berhasil mempersatukan nusantara yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, bahkan lebih luas lagi. Kata Nusantara antara lain terdapat pada prasasti Penampihan bertarikh 1269, Serat Pararaton dan Nagarakretagama karya Rakawi Prapanca. Dan tidak diragukan, kata Nusantara yang kita pergunakan sampai hari ini terambil dari kepopuleran program politik Nusantara Gajah Mada.

Lebih dari enam ratus tahun lalu, bangsa kita telah membukukan sejarah yang tercatat bukan saja oleh para pujangga, namun dalam laporan kenegaraan negara lain, termasuk Cina, negara adikuasa di selatan Asia saat itu.

Majapahit, dengan luas wilayah teritorial lebih luas dari Indonesia saat ini, ternyata tercatat dalam sejarah sebagai negara maritim yang mampu dan berhasil meciptakan konsepsi wawasan Nusantara pada sektor-sektor perekonomian, sosial, pemberdayaan potensi sumber daya alam, politik, keamanan dan kebudayaan yang sangat signifikan dan inheren memberikan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi rakyat di seluruh persada Nusantara, sampai ke negara-negara yang sekarang kita kenal dengan Malaysia, Singapura dan Brunei, yang dulu adalah bagian dari wilayah Nusantara Raya.

Sudah saatnya, bangsa Indonesia mulai ‘kembali’ memahami pentingnya menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang memang pernah menjadi rencana strategis negara besar ini jauh sebelum Indonesia merdeka, di abad ke 13-14 pada masa kejayaan Majapahit sebagai cikal bakal negara kesatuan Republik Indonesia.

Yang kemudian diwariskan pada kerajaan-kerajaan yang tumbuh sesudahnya, yang menguasai beberapa wilayah teritorial perairan nusantara seperti Demak, Cirebon, Banten, Tuban, Gresik, Pasai, Banda, Makasar, Buton, Ternate, Tidore, Jayilalo, Bacan dan lainnya.

Setelah tahun 1357, Majapahit, kerajaan Indonesia pertama yang mampu mewujudkan politik persatuan nusantara tercatat memliki kekayaan maritim yang lebih luas lagi.

Sejak ratusan tahun lalu, geopolitis Indonesia purba sudah mencakup sekeliling laut jawa, dari Tanjung Pujung, Tanjung Tua dan Tanjung Kait sampai ke pulau Irian antara Tanjung Sele dan Merauke, juga Nusa Tenggara (Kep. Sunda Kecil, Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan Sumatera) terletak di sekeliling pantai lautan mare nostrum. Sebelah barat laut nusantara raya terdapat Lautan Cina Selatan yang dikelilingi oleh pesisir wilayah Nusantara Raya termasuk di dalamnya semenanjung Malayu, India Belakang dan Cina Selatan.

Pada masa itu, di abad ke-14 setidaknya peta geopolitik di Asia Tenggara mencakup empat lingkaran besar, yaitu: India, Cina, Asia Tenggara (lama) dan Nusantara Raya (Majapahit). Temuan ini sangat mengejutkan kita. Ternyata lebih enam ratus tahun lalu kita telah membukukan daerah teritorial yang sangat luas dan mempunyai kekuatan politik yang diakui oleh Negara lain.

gmNET2

Hayam Wuruk bersama-sama Gajah Mada, orang yang memomongnya dengan telaten sejak dia masih kecil, telah memberikan garis kebijakan yang sangat jelas mengenai luas wilayah Majapahit yang merupakan rantai kepulauan besar nusantara, menurut Mohammad Yamin (berdasarkan uraian Nagarakretagama pupuh XIII-XIV) terbagi dalam daerah yang delapan, yaitu:

Seluruh Jawa, meliputi: Jawa, Madura dan Galiyao (Kangean)

Seluruh Pulau Sumatra (Melayu), meliputi: Lampung, Palembang, Jambi, Karitang (Inderagiri), Muara Tebo, Dharmasraya (Sijunjung), Kandis, Kahwas, Minangkabau, Siak, Rokan, Kampar, Pane, Kampe, Haru, Mandailing, Tamiang, Perlak, Barat (Aceh), Lawas (Padang Lawas, Gayu Luas), Samudra (Aceh), Lamuri (Aceh tiga segi), Bantam dan  Barus.

Seluruh Pulau Kalimantan (Tanjungnegara/Tanjung Pura), meliputi: Kapuas, Katingan, Sampit, Kuta Lingga (Serawak), Sedu (Sedang di Serawak), Kota Waringin, Sambas, Lawar (Muara Labai), Kedangan (Kendangwangan), Landak, Samedang (Simpang), Singkawang, Tirem (Peniraman), Landa,  Brunai/Barune/Puni, Sedu, Sukadana, Kalka, Saludung, Solot (Solok, Sulu), Pasir, Barito, Sebuku/Sawaku, Tabalong (Amuntai), Tanjung Kutai, Malanau dan  Tanjungpuri.

Seluruh Semenanjung Melayu (Malaka/Hujung Medini), meliputi: Pahang, Hujungmedini (Johar), Lengkasuka (Kedah), Saimwang (Semang), Kelantan, Trengganu, Nagor (Ligor), Pakamuar (Pekan Muar), Dungun (di Trengganu), Tumasik (Singapura), Sanghyang Hujung, Kelang (Kedah, Negeri Sembilan), Kedah. Jere (Jering, Petani), Kanjab (Singkep) dan Niran (Karimun).

Di sebelah timur Jawa, seluruh Nusa Tenggara, meliputi: Bali, Bedulu, Lwagajah (Lilowan, Negara), Gurun (Nusa Penida), Sukun, Taliwang (Sumbawa), Dompo (Sumbawa), Sapi (Sumbawa), Sanghyang Api (Gunung Api, Sangeang), Bima, Seram, Hutan (Sumbawa), Kedali (Buru), Gurun (Gorong), Lombok Mira (Lombok Barat), Saksak (Lombok Timur), Sumba dan Timor.

Seluruh Sulawesi, meliputi: Bantayan (Bontain), Luwuk (Luwu), Udamakatraya (Talaud), Makasar, Butun (Buton), Banggawi (Banggai), Kunir (Pulau Kunyit), Galian, Salaya (Saleier) dan Solot (Solor).

Seluruh Maluku, meliputi: Muar (Saparua, Kei), Wandan (Banda), Ambon dan Maluku (Ternate).

Seluruh Irian (Barat), meliputi: Onin (Wanin, Irian Utara) dan Seram (Irian Selatan).

Masih dalam Nagarakretagama, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk Majapahit sudah menetapkan batasan wilayah negara tetangga (bukan negara bawahan), seperti: Sin (Syangka), Thai, Dharmanagara, Martaban (Birma), Kalingga (Rajapura), Singanagari, Campa, Kamboja dan  Annam (Yawana).

Salam Bhayangkara..!

ttRMnet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website