Deklarasi DPD FBI Kepulauan Riau

emblem_net_1a

DEKLARASI DPD FBI KEPRI

DAN PELANTIKAN PENGURUS 

20141020_090318_

 

Bertempat di The Hills Hotel Batam (Nagoya) Batam pada tanggal 19 Oktober 2014, Deklarasi DPD FBI Kepulauan Riau berlangsung khidmat.

batam_1

batam_2

Latar Belakang: Para Penari Pembuka Acara Deklarasi

Pengurus DPP FBI yang hadir adalah Dr. K.P. Renny Mursantio AS, MBA/Ketum, Joko Winarto/Sekjen, Dato’ Rudiono Tanoto/Ketua Dewan Penasehat, Irjen Pol (P) Drs. Eddy Kusuma Wijaya, SH, MH, MM/Dewan Pembina, Mayjen TNI (P) Drs. Mas’ud Iskandar, MSc./Dewan Pertimbangan dan Irjen Pol. (P) DR. Rasyid Ridho, SH, MH/Dewan Kehormatan.

batam_3

Ketum Bersama Pengurus DPD FBI Kepri

batam_5

Ketua DPD FBI, Ahmad Arifin, saat memberikan sambutan.

Selain Muspida dan DPRD setempat, hadir Celine Yeh Zhen Zhen/Perwakilan/Liaison Officer FBI Singapore dan Djuyoto  Suntani/Presiden Perdamaian Dunia/Gong Perdamaian Dunia.

batam_6

Irjen Pol (P) Drs. Eddy Kusuma Wijaya, SH, MH, MM dan Mayjen TNI (P) Drs. Mas’ud Iskandar, MSc. bersama Ketua dan Pengurus DPD FBI Kepri

Irjen Pol (P) Drs. Eddy Kusuma Wijaya, SH, MH, MM, selaku Dewan Pembina, dalam sambutannya selama hampir satu jam memberikan tekanan betapa pentingnya menyadari kerusakan moral dan mentality bangsa yang sudah sangat memprihatinkan. Kerusakan ini akan menghambat kemajuan bangsa.

Menurutnya, yang juga sebagai salah seorang pendiri Forum Bhayangkara Indonesia, sudah waktunya seluruh anak bangsa bangkit, memperbaiki tata kelola di segala sektor, baik ekonomi, sosial, budaya, politik, keamanan dan lainnya. Tanpa kesadaran tinggi untuk memperbaiki seluruh kerusakan ini, bangsa yang pernah besar ini akan hancur.

Kehadiran Forum Bhayangkara Indonesia di seluruh Nusantara diharapkan mampu memberikan holyspirit kepada seluruh anak bangsa untuk percaya diri mengawal roda peradaban bersama-sama seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintah.

Hampir senada, KesbangPol Prov. Kepri, mewakili Gubernur Kepri, sangat concern terhadap perkembangan bangsa yang semakin degradatif  berhadapan dengan kemajuan negara-negara asing. Kehadiran Ormas atau Lembaga Swadaya Masyarakat sering hanya sebagai organisasi yang kehilangan bentuk dan jatidiri. Beliau berharap Forum Bhayangkara Indonesia akan jadi ormas yang mempunyai Visi dan Misi jelas dan punya harapan besar untuk bersama-sama masyarakat dan pemerintah memperbaiki kerusakan di berbagai sektor.

batam_7

Ketum FBI bersama Djuyoto Suntani, Presiden Perdamaian Dunia

Yang menarik, acara Deklarasi menjadi lebih semarak dan berwibawa ketika tak terduga Presiden Perdamaian Dunia/Gong Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani berkenan hadir dan memberikan sambutan.

Dalam sambutannya beliau berharap FBI akan mampu jadi Ormas yang perduli pada perdamaian dunia. Dalam kelakarnya, beliau hanya menyayangkan kenapa namanya tidak Forum Bhayangkara Nusantara? Baginya kata Nusantara lebih berwibawa daripada Indonesia.

Orasi Kebangsaan dengan tema: ‘Bhayangkara Sebagai Kekuatan Holistik Kebangkita Bangsa’ oleh Renny Masmada, yang juga Ketum FBI, mampu memberikan kritik mental pada para peserta deklarasi.

Renny Masmada melihat bahwa kerusakan dalam bentuk apapun di negara ini terletak pada perubahan paradigma filosofi berkebangsaan yang mulai pudar setelah Portugis menguasai Selat Malaka pada tahun 1511.

Sejak itu, bangsa yang pernah besar ini dirubah menjadi bangsa yang tidak punya kepercayaan diri lagi untuk menyadari bahwa negara ini adalah milik waris syah seluruh anak bangsa.

Kemaritiman yang menjadi Absolute Advantage bangsa selama berabad-abad hilang dari ingatan anak bangsa. Kemaritiman menjadi barang baru yang tidak pernah kita kenal lagi, dan kini malah jadi ajang rebutan bangsa asing.

Menurut beliau, bangsa sudah kehilangan jatidiri, sehingga tak lagi mampu menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

Kesenjangan ekonomi, ketidakadilan, kesewenangan penguasa dan pengrusakan budaya yang terus berlangsung tanpa jedah semakin merusak moral dan mental anak bangsa. Anak bangsa tak lagi mampu menginterpretasi kekuatan dan kualitas diri yang sebetulnya tidak berada di bawah kemampuan bangsa lain.

Bhayangkara, kesatuan elite di zaman Majapahit, menjadi simbol kekuatan ketika hanya terdiri dari 15 prajurit, di bawah kepemimpinan Gajah Mada, yang saat itu hanya berpangkat bintara, mampu menyelamatakan raja, dan mengembalikan kewibawaan raja.

Saat dimana ribuan milter dan politikus tak lagi mampu mengambil keputusan apapun ketika Ra Kuti menguasai negara, melakukan subversi berdarah, menggulingkan pemerintahan syah Majapahit, membunuh para kerabat raja, Gajah Mada yang hanya menjabat sebagai Bekel (sekelas Komandan Regu/bintara) di Bhayangkara dengan sangat brilian, cerdas dan berwibawa mampu menyelamatkan raja, mengembalikan kewibawaan raja, mempengaruhi ribuan militer dan politikus untuk kembali mendukung raja, memadamkan pemberontakan, membasmi Ra Kuti, dan mengembalikan raja ke singgasananya.

Semangat Bhayangkara inilah yang menjadi kekuatan moral bangsa di kemudian hari untuk tampil di muka bumi ini sebagai kerajaan dan negara besar, agung, yang tercatat dalam sejarah dunia. Semangat Bhayangkara inilah yang memberikan holyspirit Gajah Mada untuk mempersatukan Nusantara. Bhayangkara tercatat mampu menciptakan paradigma agung yang paralel dengan icon filosofi bangsa yaitu: ‘Bhinneka Tunggal Ika tan hana dharma mangrwa.’ Icon inilah yang kemudian mendorong Gajah Mada untuk mengikrarkan sumpah sakral yang dikenal dengan ‘Sumpah Amukti Palapa’! Sumpah Persatuan Nusantara, negara Majapahit, yang sekarang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (walau secara geo politik lebih kecil dari negara agung Majapahit pada zamannya).

batam_8

Irjen Pol. (P) DR. Rasyid Ridho, SH, MH/Dewan Kehormatan FBI ketika memberikan semangat dan kepercayaan diri kepada Pengurus DPD FBI Kepri di saat makan siang sebelum kembali ke Jakarta.

Dalam penutup orasinya, Renny Masmada, yang juga Ketum FBI, mengajak seluruh anggota FBI dan seluruh lapisan masyarakat untuk ‘pulang ke rumah’, filosofi yang diharapkan mampu mengembalikan jatidiri dan kualitas bangsa, yang selama ini kehilangan ‘silaturahmi berkebangsaan’, ‘silaturahmi peradaban’, ‘silaturahmi budaya, ekonomi, sosial, politik dan keamanan’  kehilangan kepercayaan diri bahwa kita punya ‘rumah’ elok yang kaya sumberdaya alam, budaya, karakteristik dan berbagai kekayaan lainnya, yang sebagiannya sekarang hanya dinikmati oleh bangsa asing, ‘pendatang’, dan segelintir anak bangsa yang sudah jadi hewan pengerat yang tidak punya rasa malu, yang dengan rakus merampok hak rakyat, untuk kepentingan dirinya, keluarganya, kelompok dan golongannya.

Perlahan tapi pasti, rakyat akan jadi binatang, hewan yang hidup di rimba belantara, saling bunuh, saling cakar. Peradaban akan hilang di bumi nusantara ini.

Rakyat Indonesia akan jadi zombie yang mengerikan, yang haus darah. Tak lagi kenal kasih-sayang dan penghargaan terhadap hak hidup, berbangsa, bernegara, berbudaya dan beradab. Hak yang diberikan dan diamanatkan Allah kepada kita.

Peradaban akan hilang di bumi persada ini, di bumi nusantara agung ini. Kita harus secepatnya melakukan perubahan mental, revolusi mental, moral. Mengembalikan jatidiri bangsa.

Dan, Bhayangkara, di bawah kepemimpinan Gajah Mada, telah membuktikan mampu menjadi icon kebangkitan bangsa, menjadi holyspirit bangsa, lebih dari enam ratus tahun lalu..!

Terakhir sekali Renny Masmada mencanangkan icon di Forum Bhayangkara Indonesia, yaitu: Memanusiakan Manusia.

Salam Bhayangkara..!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Noe Farhan

Kadiv Humas FBI

7 thoughts on “Deklarasi DPD FBI Kepulauan Riau

  1. Filosopi ‘PULANG KE RUMAH’,sepertinya harus di populerkan juga disosialisasikan..,pemahamanya lebih dalam dan juga raykat indonesia harus menyadari siapa sejatinya “KITA” (Bangsa Indonesia).
    Dukungan penuh untuk FBI, segera lakukan revolusi mental, moral untuk mengembalikan jatidiri bangsa.
    Selamat untuk terbentuknya DPD FBI Batam.
    Salam Bhayangkara..!

  2. Selamat untk DPD FBI KEPRI Batam.
    Masyarakat Indonesia sangat berharap pada FBI segera melakukan sebuah perubahan dlm bentuk apapun untuk menjadi yg lebih baik dri pola kinerja yg menyimpang.
    masih mampukah kita untk berteriak MERDEKA..!?
    masih bsa kah kita untk mnjadi tuan rumah di Bumi Nusantara ini..?

  3. Selamat dan sukses, jaya FBI semoga menjadi garda terdepan bagi kebaikan masyarakat

  4. Selamat & Sukses untuk DPD FBI KEPRI Batam

    FBI ORMAS yg memang peduli dengan rakyat,yg sesuai dengan visi & misi dari FBI it sendiri.
    Maju trus FBI jangan pernah lelah untuk bejuang demi rakyat.
    sukses untuk FBI
    Salam Bhayangkara..!!

  5. Selamat Dan sukses Buat

    DPD FBI Kepulauan Riau

    SEMOGA SUKSES SELALU,….

    SALAM HANGAT DAN HORMAT DARI INDRAMAYU JAWA BARAT

  6. Terimakasih atas do,a dan dukungan semangat dari teman-teman DPP dan seluruh DPD.Sekarang kami sedang menyusun Program Kerja DPD FBI Kepri Tahun 2014-2019.
    Semoga cepat selesai dan dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.Salam Bhayangkara…..!
    ( Ahmad Arifin – Ketua DPD FBI KEPRI )

    Alamat Sekretariat DPD FBI KEPRI : Komp. Perkantoran Taman Kurnia Djaya
    Blok. B. No :10
    Batam Centre
    Kota Batam
    Prop. Kepulauan Riau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>