Cerminan Kegundahan Gajah Mada Atas Perpecahan

patakaFBI_new_net

Sumpah Amukti Palapa,

Cerminan Kegundahan Gajah Mada Atas Perpecahan

gm_2

oleh Renny Masmada

aku45

 

Setelah Sadeng ditundukan pada tahun 1331, dan Adityawarman berangkat ke Cina pada tahun 1332 untuk melakukan misi diplomatik kepada Kaisar Cina, Gajah Mada mulai melakukan persiapan dalam negeri.

Sesuai janjinya, setelah Sadeng dan beberapa pemberontakan berhasil ditundukan, tidak ada alasan lagi bagi Gajah Mada untuk menolak jabatan Mahapatih Amangkubumi. Itulah sebabnya, kemudian Arya Tadah memanggil Gajah Mada untuk secepatnya melakukan persiapan pengukuhannya sebagai Mahapatih Amangkubumi.

Sebagai seorang ksatria sejati yang sangat perduli terhadap negaranya, hati Gajah Mada terketuk melihat keadaan Arya Tadah yang semakin parah. Sementara pemerintahan sedang tumbuh, dan tentunya tidak boleh berhenti hanya karena Arya Tadah tidak mampu lagi menjalankan kebijakannya karena sakit.

Dengan penuh tanggungjawab Gajah Mada menerima anugerah itu, Mahapatih Amangkubumi Majapahit, jabatan yang sangat tinggi di bawah duli raja.

Yang menarik, menurut Nagarakretagama pupuh I/4-5, sebelum pengukuhan Gajah Mada sebagai Mahapatih Amangkubumi, dan sekaligus di paseban agung itu, ketika Gajah Mada mengikrarkan sumpahnya, terjadi gempa bumi besar-besaran di Majapahit akibat letusan gunung Kelud. Ini ditafsirkan sebagai isyarat akan terjadi suatu peristiwa besar di Majapahit.

Sejak dulu, kejadian alam sering dikait-kaitkan dengan suatu peristiwa. Biasanya apabila akan ada suksesi kepemimpinan atau suatu peristiwa besar di suatu negara akan didahului dengan kejadian alam hebat. Begitu juga dengan gempa bumi yang melanda desa Banyupindah akibat letusan gunung Kelud, pada tahun 1334 itu.

Bagi sebagian pujangga dan para pendeta juga ditafsirkan sebagai pertanda kelahiran jabang bayi Hayam Wuruk yang akan mengangkat Majapahit ke zaman keemasan bersama Mahapatihnya: Gajah Mada.

Pada tahun yang sama, setelah Hayam Wuruk lahir, Gajah Mada diangkat sebagai Mahapatih Amangkubumi.

Pada saat pengangkatannya itulah Gajah Mada mengucapkan sumpah yang sangat populer: Amukti Palapa! Yang bunyinya sebagai berikut:

Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah Gurun, ring Seram, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa. Artinya: Setelah tunduk Nusantara, aku akan beristirahat. Setelah tunduk Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, barulah aku beristirahat.

Salam Bhayangkara..!

ttRMnet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>