Cerminan Kegundahan Gajah Mada Atas Perpecahan

patakaFBI_new_net

Sumpah Amukti Palapa,

Cerminan Kegundahan Gajah Mada Atas Perpecahan

gm_2

oleh Renny Masmada

aku45

 

Setelah Sadeng ditundukan pada tahun 1331, dan Adityawarman berangkat ke Cina pada tahun 1332 untuk melakukan misi diplomatik kepada Kaisar Cina, Gajah Mada mulai melakukan persiapan dalam negeri.

Baca SelengkapnyaCerminan Kegundahan Gajah Mada Atas Perpecahan

Bhayangkara, Kekuatan Holistik Polri

emblem_net_1a

Bhayangkara, Kekuatan Holistik Polri

Perubahan paradigma Polri untuk melakukan perubahan pada aspek struktural, instrumental dan kultural.

log-polri 2

oleh Renny Masmada

aku34

Lebih dari enam ratus tahun, Gajah Mada ternyata telah mampu memisahkan fungsi militer sebagai kekuatan bersenjata yang menjaga perairan Nusantara ini dari gangguan keamanan dari luar dengan fungsi Bhayangkara yang memang dibentuk untuk menjaga dan melayani pusat pemerintahan (baca: istana/ Raja/sentanaRaja) dan masyarakat luas.

Baca SelengkapnyaBhayangkara, Kekuatan Holistik Polri

Kebangkitan Kejayaan Nusantara

 patakaFBI_new_net

Kebangkitan Kejayaan Nusantara

aku62a

oleh Renny Masmada

Bagiku, kebangkitan kejayaan Nusantara adalah harga mati. Sebagai anak bangsa yang mewarisi kekayaan budaya dan peradaban besar di bumi Nusantara ini, sudah waktunya memahami kebangkitan bukan mimpi, tapi harus diperjuangkan dan dimaknai, untuk kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini. Demi keadilan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Bersatulah Indonesia!

Baca SelengkapnyaKebangkitan Kejayaan Nusantara

Persatuan Nusantara Sebagai Kekuatan Filosofi Majapahit

 patakaFBI_new_net

wl_

Persatuan Nusantara
Sebagai Kekuatan Filosofi Majapahit

Oleh Renny Masmada

aku34
Menurut Mohammad Yamin (berdasarkan uraian Nagarakretagama pupuh XIII-XIV) Majapahit terbagi dalam daerah yang delapan

Mau disadari atau tidak, kita ‘harus’ mengakui eksistensi Gajah Mada yang telah berhasil mempersatukan nusantara yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, bahkan lebih luas lagi. Kata Nusantara antara lain terdapat pada prasasti Penampihan bertarikh 1269, Serat Pararaton dan Nagarakretagama karya Rakawi Prapanca. Dan tidak diragukan, kata Nusantara yang kita pergunakan sampai hari ini terambil dari kepopuleran program politik Nusantara Gajah Mada.

Baca SelengkapnyaPersatuan Nusantara Sebagai Kekuatan Filosofi Majapahit

Nagarakretagama Description of Gajah Mada

 patakaFBI_new_net

 

gmNET3336Gajah Mada living history

Nagarakretagama Description of Gajah Mada

(I reload this article, with the intention that there is seriousness to realize how much we‘ve had the great script ever written by a son of the nation, in this country.)

By Renny Masmada

rennymasmada
From then 98 chapters and 384 verses, Gajah Mada is only mentioned in ten verses

Book Nagarakretagama is the great literary works written by great writers Empu Prapanca, a Buddhist priest from Majapahit, composing up to the year 1365.

Baca SelengkapnyaNagarakretagama Description of Gajah Mada

TIDUR PANJANG

FBI_5netTIDUR PANJANG

oleh Renny Masmada

rennymasmada dan jebeng
Cucuku, Jebeng, jadilah pemimpin bangsa ini, bangsa yang sudah tak percaya diri lagi memiliki warisan keluhuran peradaban.

Ketika kepercayaan diri kita sebagai anak bangsa ‘yang pernah besar’ terjerembab, jatuh, jauh di bawah lembah keniscayaan, 17.508 lebih pulau yang terhampar luas milik kita, menjadi percuma dan kehilangan makna. Kita seperti bermimpi dan tak mampu terjaga untuk memahami warisan berharga dari Tuhan Semesta Alam.


Baca SelengkapnyaTIDUR PANJANG

Gajah Mada, Bapak Bhayangkara

FBI_5net

BHAYANGKARA

Oleh Dr. K.P.G.P.M.R. Renny Mursantio AS, MBA

aku_n19a

Bersama-sama para Dharmadhyaksa, Upapati dan semua unsur militer serta pengageng kerajaan Majapahit dari tingkat yang paling rendah sampai yang paling tinggi, Bhayangkara berdiri tegar sebagai kesatuan sipil bersenjata yang bersama rakyat seNusantara Raya menciptakan rasa aman dan penegakkan hukum berdasarkan isi kitab Kutaramanawadharmasastra.

Baca SelengkapnyaGajah Mada, Bapak Bhayangkara